Entri Populer

Rabu, 02 Mei 2012

SECRET

Satu setengah jam mataku antara terpejam dan terlelap. Entah mengapa, aku merasa kurang nyaman. Hm,……tidak sperti biasanya, di jam segini aku sudah pulas dengan mimpi yang tidak menentu. Perlahan kucoba lagi untuk memajamkan mata. Setengah memaksa aku coba mempertemukan kelopak mata atas dengan yang bawah…

15 menit berlangsung,nyamaaaan.

Tiba-tiba “zzzzzzzz……..zzzzzzzzzzzz……..zzzzzzzz………….” suara getaran hp yang sengaja di silence membangunkanku. Dengan malas kuraba hp yang entah dimana letaknya. “Oh, ini dia” ku bergumam sendiri setelah menemukannya tepat dibawah guling. Setengah memicing terlihat private number di layar hp yang berkedip-kedip.Reflek jempol menekan tombol reject dengan cekatan.

2 menit berselang

Zzzzzzzzzz, zzzzzzz, zzzzzzzz, zzzzzzzzz, ow shit! Sambil menggerutu ku raih lagi hp, 081212661666 tampil di layar. “Hm, siapa ya?” aku bertanya dalam hati. Ku tekan tombol yes!.

“hallo, Assalamualaikum” dengan suara berat ku awali percakapan.

“hai, waalaikum salam” terdengar suara khas penuh semangat di seberang sana.

Dengan kesal langsung kujawab ketus “ maaf, saya tidak suka orang yang menelepon malam-malam, udah ya, assalamualaikum” kujawab suara itu dengan cepat.

”Ei, masa jutek githu, aku butuh kamu. 5 menit saja. Ini serius. Terdengar suara yang memelas

Perlahan aku pun melunak, “awas kamu!”dalam hati kubergumam.

“cepat katakan, aku butuh waktu istirahat dan kamu telah merusaknya” dengan nada tinggi yang disengaja kuterima permintaannya.

“Yang pertama aku mau kamu mengenaliku” dengan penuh ketegasan ia berkata

“sudahlah, tidak perlu bertele-tele, kamu seperti teroris yang tidak perlu dikenali” jawabku semakin panas.

“ha…ha….ha……masih ingat” terdengar nada kebahagiaan. “Aku memang teroris yang tidak pernah takut, tapi kali ini aku takut kehilanganmu…….” “Zie, ini aku Arix.”

“ya, aku ingat dan kenal kamu kq, ada apa bg Arix?” perlahan suara ku mulai melunak.

“Zie, malam ini aku kangen kamu” serius terdengar di seberang sana

.

:Malam ini aja kan? Selama ini kemana?” ku jawab singkat.

“Zie, dengarkan dulu. Bulan depan aku akan pulang ke Sumatera Barat.” Ada harapan di balik suara itu.

“ baguslah” kupotong dengan cepat kata-katanya. Aku tidak amu terjebak kata-kata penuh harapan lagi. Tapi, dalam hati ku bergumam “welcome to minang!”

Kuperbaiki posisi tidur agar lebih santai.

“aku berharap kita bisa bertemu nanti” arix berkata dengan serius.

“Akan kuusahakan” kupotong sebelum dia melanjutkannya.

“sayang, aku serius”, nadanya membuatku tersanjung.

“mudah-mudahan ja bg, tapi apa gak terlalu jauh antara minang dan minahasa?

“justru itu, kedekatan kita memberi rasa. Kesempurnaan minang berasal dari minahasa”


“hm, retorika lagi” agak kesal kujawab. “terlalu jauh jarak yang harus ditempuh, terlalu banyak tempat yang harus dilalui.Selat Sunda, laut jawa dan laut Sulawesi, bahkan mendekati teluk Mindano. Hanya untuk sebuah propinsi yang luasnya hanya ½ luas Sumatera Barat dan kehidupan yang lebih keras” cerewetku mulai kumat

“ geografi yang bagus” pujian dengan kata-kata tergantung.

“ya, saya memang Orang bahasa, tapi mencintai pelajaran social. Karena bahasa dipengaruhi social dan geografi kan?” kata-kataku semakin bangga

“hm,retorika yg bagus” Arix kembali menggantungkan pujiannya. Dengan penuh wibawa Arix kembali mengulangi kata kataku dan berkata “ tapi, aku orang bahasa yang lebih menyukai seni berpolitik”.

”oh, iyalah. Dengan nada kecewa Zie menjawab. “aku sudah tau dari dulu, kamu memang suka bidang itu. Tapi, terlalu banyak mafia disana”

“mafia perpolitikan, di kepolisiaan, perpajakan, hukum dan pemerintahan, aku tidak begitu peduli. Kecuali satu! Arix sengaja memotong kata-katanya. “mafia Cinta”.


“oh ya? Justru giliran aku yang tidak tertarik untuk yang satu ini”zie membalas

“Ya, tapi kali ini aku harus benar benar menarik dirimu kekehidupanku. Aku terlalu naïf untuk semua yang telah kita lalui. Maafkan atas semua perasaanku yang telah mengganggu harimu, atas semua perkataan dan perhatiannku yang mengganggu pikiranmu.” Arix berkata dengan penuh kehati-hatian.

Akupun tercekik mendengar kata-kata yang selama ini ingin aku dengar.

“walaupun…..” Arix melanjutkan katanya dengan terbata. “kamu berat menjalaninya denganku, laut, pulau, badai, terlalu luas dank eras di antara kita. Maaf atas segala,……..” “ asssalamualaikum, met bobok”

“tunggu, bg Arix, jangan diputus dulu” aku memohon agar dia tidak mematikan dulu hp nya. “Maafkan aku juga, keegoisanku membuat ini semua tertunda lama.” “aku tau semua, aku rasa, dan aku menikmatinya” ku hela nafas agar bias berkata lebih lancar. “hanya saja, aku ingin lebih dahulu mengatakannya. Maafkan aku juga ya” dengan lembut aku ingin masuk keperasaannya saat ini.

“so, aku tidak salah memanggilmu sayang kan?” Arix mulai merayu

“itu yang ku harapkan selama ini bg, eh saying” dengan malu aku mengulang kata-kata Arix.

“Tugas kamu selanjutnya, dengan tegas tiba-tiba Arix berkata.

“lho, koq githu lagi? Padahal baru saja akan beromantika. Zie kembali cemberut.

“ TIDUR! MALAM INI KITA SELESAIKAN!” Arix lebih tegas dalam kata-kata.

“ TIDUR, MIMPIIN AKU, dan LAPORKAN BESOK!” AKU MENELEPONMU ESOK HARI! “ met bobok sayang” “MMMMMMMMuach” dan

tut……..tut…………..tut………pertanda telepon telah diputus.

“tapi…….” Kata-kataku terlambat. Aku tersenyum sambil memejam mata, “love u…..miz u……. aku menunggumu saying” dalam hati aku berbisik.

Malam yang diharapkan dan bersiap memejamkan mata sambil mencoba merangkai mimpi. Senyman ini akan kujaga, sampai kamu datang bg Arix……………………….......